CIDR gak hafal

Rabu, April 11, 2012 |

huahahahaha lagi lancar neh otak ... post lagi ah ... ini nih cara mudah biar g cape menghafal tabel CIDR. simak baek baek =D

 

nehhh cara ampuh mengatasi ketidak hafalan tabel CIRD untuk mengetahui subnetmaks nya.. tapi harus bisa ngitung biner ke desimal .. =D mau /13 ap /23 atau /30 ... wwwwoles :D hhaha
langsung saja ...

eX : ambil contoh /30 yakk ...
nah langsung saja boz ... tulis angka 1 sebanyak 30 kali selanjud nya 0 sampe mentok 32 :D
11111111.11111111.1111111.11111100
lalu d desimal kan kan dah ... andddd taraaaaaaa 255.255.255.252 itu lah subnetmaks nya .. :D

sekali lagi ya ...
contoh /20
11111111.11111111.11110000.00000000
di desimal kan jadi 255.255.240.0

cek aja boz d tabel CIRD .. =D
kalo lupa cara biner ke desimal liad post ane sebelumnya ....
Read More

menghitung berapa kombinasi

Rabu, April 11, 2012 |

huhui akhir nya .. punya juga nieh bahan buat di tulis sendiri di blog ... kale ini asli lohh tanpa copas .. cekidott ... =D

 

inih cara hacker paling mudah adalah dengan cara mencoba-coba password .. hahaha
mudah kan? tapi yahhh gitu lah perlu perjuangan dan sangat not recommed gkgkkgk .. bayangin aja password yang terdiri dari 5 karakter dan hanya dari huruf dan angka doank boz ada berapa coba ?? bayangin ada 4500 kombinasi yang musti kita coba. hahaha ciutt dah tuhh nyali mau ngehack apa gak keriting nyoba 4500 kali gkgkgk

gini cara menghitung kombinasinya ...

-5 karakter ... maksudnya 5 karakter itu deretean huruf loh ... (ex : 12345 atau abcde)
-teruz ada 26 jumlah huruf (a-z) dan 10 jumlah angka (1-0) (nB : belum di kasih sencitif case yo .. klo d kasih tinggal tambah aja 26+26 :D mampus dahhh gkgk)

kita jumlah dulu tuh jenis jenis huruf dan angka nya ... hayoo ada berapa ?? 36 ...
selanjud nya 36 di pangkat 5 (ingat ya d pangkat kan .. biasa pengalaman pribadi sering di kalikan haha :D)
dan taraaaaaa hasil nya 4500 ... bukan begitu .. ?? :D

atau bahasa matematikanya .. haha (settt dahh gaya nya bahasa matematika gkgkgkgk)
26 + 10 = 36 (jumlah dari huruf dan angka)
36^5 = 4500

contoh laen kita ambil pada biner ...
dari 00000000 sampai 11111111
itu ada 8 karakter ... truz ada 2 jenis angka ..
jadi ngitungnya
2^8 = 256
Read More

cara menghitung subneting IP

Rabu, April 11, 2012 |

Berikut Adalah bahan Bacaan RINGAN Tentang Perhitungan Subnetting, yang menurut saya bagus untuk di jadikan referensi.

Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.
Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:
Subnet Mask Nilai CIDR
255.128.0.0 /9
255.192.0.0 /10
255.224.0.0 /11
255.240.0.0 /12
255.248.0.0 /13
255.252.0.0 /14
255.254.0.0 /15
255.255.0.0 /16
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C
Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?
Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:
  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  4. Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
  5. Subnet
    192.168.1.0
    192.168.1.64
    192.168.1.128
    192.168.1.192
    Host Pertama
    192.168.1.1
    192.168.1.65
    192.168.1.129
    192.168.1.193
    Host Terakhir
    192.168.1.62
    192.168.1.126
    192.168.1.190
    192.168.1.254
    Broadcast
    192.168.1.63
    192.168.1.127
    192.168.1.191
    192.168.1.255
Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti di bawah. Silakan anda coba menghitung seperti cara diatas untuk subnetmask lainnya.
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B
Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30
Ok, kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
  3. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
  5. Subnet
    172.16.0.0
    172.16.64.0
    172.16.128.0
    172.16.192.0
    Host Pertama
    172.16.0.1
    172.16.64.1
    172.16.128.1
    172.16.192.1
    Host Terakhir
    172.16.63.254
    172.16.127.254
    172.16.191.254
    172.16.255.254
    Broadcast
    172.16.63.255
    172.16.127.255
    172.16.191.255
    172.16..255.255
Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 = 126 host
  3. Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
172.16.0.0 172.16.0.128 172.16.1.0 172.16.255.128
Host Pertama 172.16.0.1 172.16.0.129 172.16.1.1 172.16.255.129
Host Terakhir 172.16.0.126 172.16.0.254 172.16.1.126 172.16.255.254
Broadcast 172.16.0.127 172.16.0.255 172.16.1.127 172.16.255.255
Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan ;)
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A
Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.
Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
  1. Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
  2. Jumlah Host per Subnet = 216 – 2 = 65534 host
  3. Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
  4. Alamat host dan broadcast yang valid?
Subnet
10.0.0.0 10.1.0.0 10.254.0.0 10.255.0.0
Host Pertama 10.0.0.1 10.1.0.1 10.254.0.1 10.255.0.1
Host Terakhir 10.0.255.254 10.1.255.254 10.254.255.254 10.255.255.254
Broadcast 10.0.255.255 10.1.255.255 10.254.255.255 10.255.255.255
Mudah-mudahan sudah setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas. Untuk teknik hapalan subnetting yang lebih cepat, tunggu di artikel berikutnya ;)
Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x – 2
Tahap berikutnya adalah silakan download dan kerjakan soal latihan subnetting. Jangan lupa mengikuti artikel tentang Teknik Mengerjakan Soal Subnetting untuk memperkuat pemahaman anda dan meningkatkan kemampuan dalam mengerjakan soal dalam waktu terbatas.
Source Mas Rommy.
REFERENSI
  1. Todd Lamle, CCNA Study Guide 5th Edition, Sybex, 2005.
  2. Module CCNA 1 Chapter 9-10, Cisco Networking Academy Program (CNAP), Cisco Systems.
  3. Hendra Wijaya, Cisco Router, Elex Media Komputindo, 2004.
Berikut soal latihan, tentukan :
a) Alamat Subnet Mask,
b) Alamat Subnet,
c) Alamat Broadcast,
d) Jumlah Host yang dapat digunakan,
e) serta Alamat Subnet ke-3
dari alamat sebagai berikut:
1. 198.53.67.0/30
2. 202.151.37.0/26
3. 191.22.24.0/22
Saya coba berhitung-hitung seperti demikian ;-)
1. 198.53.67.0/30 –> IP class C:
Subnet Mask: /30 = 11111111.11111111.11111111.11111100 = 255.255.255.252
Menghitung Subnet:
Jumlah Subnet: 26 = 64 Subnet
Jumlah Host per Subnet: 22 – 2 = 2 host
Blok Subnet: 256 – 252 = 4, blok berikutnya: 4+4 = 8, 8+4 = 12, dst…
jadi blok Subnet: 0, 4, 8, 12, dst…
Host dan broadcast yang valid:
Maka dari perhitungan diperoleh:
  • Alamat Subnet Mask: 255.255.255.252
  • Alamat Subnet: 198.53.67.0, 198.53.67.4, 198.53.67.8, 198.53.67.12, … , 198.53.67.252
  • Alamat Broadcast: 198.53.67.3, 198.53.67.7, 198.53.67.11, 198.53.67.15 … 198.53.67.255
  • Jumlah host yang dapat digunakan: 64×2 = 128
  • Alamat Subnet ke-3: 198.53.67.8
2.202.151.37.0/26 -> IP class C
Subnet Mask: /26 = 11111111.11111111.11111111.11000000 = 255.255.255.192
Menghitung Subnet:
Jumlah Subnet: 22 = 4 Subnet
Jumlah Host per Subnet: 26 – 2 = 62 host
Blok Subnet: 256 – 192 = 64, blok berikutnya: 64+64 = 128, 128+64 = 192
Jadi blok Alamat Subnet: 0, 64, 128, 192
Host dan broadcast yang valid:
Maka dari perhitungan diperoleh:
  • Alamat Subnet Mask: 255.255.255.192
  • Alamat Subnet: 202.151.37.0, 202.151.37.64, 202.151.37.128, 202.151.37.192
  • Alamat Broadcast: 202.151.37.63, 202.151.37.127, 202.151.37.191, 202.151.37.255
  • Jumlah host yang dapat digunakan: 4×62 = 248
  • Alamat Subnet ke-3: 202.151.37.128
3.191.22.24.0/22 –> IP class B
Subnet Mask: /22 = 11111111.11111111.11111100.00000000 = 255.255.252.0
Menghitung Subnet:
Jumlah Subnet: 26 = 64 Subnet
Jumlah Host per Subnet: 22– 2 = 2 host
Jumlah Blok Subnet: 256 – 252 = 4, blok berikutnya: 4+4 = 8, 8+4 = 12, dst…
Jadi blok Alamat Subnet: 0, 4, 8, 12, 16, dst…
Alamat host yang valid:
  • Alamat Subnet Mask: 255.255.252.0
  • Alamat Subnet: 191.22.24.0, 191.22.24.4, 191.22.24.8, …, 191.22.24.252
  • Alamat Broadcast: 191.22.24.3, 191.22.24.7, 191.22.24.11, …, 191.22.24.255
  • Jumlah host yang dapat digunakan: 2×64 = 128
  • Alamat Subnet ke-3: 191.22.24.8
Mohon kalo’ ada yang salah, silahkan dikoreksi ;-)
Source from : http://mti.ugm.ac.id/~subura/?p=8

sumber asal copas : http://rizqtech.net/2009/03/15/menghitung-subnetting-ip/
Read More

Asal muasal bilangan biner dari Nabi Ibrahim a.s

Senin, November 28, 2011 |

from : http://haniifa.wordpress.com/2009/08/07/asal-muasal-bilangan-biner-dari-nabi-ibrahim-a-s/


Posted by حَنِيفًا on August 7, 2009
Assalamu’alaikum,
Imperium Roma telah menguasai daratan Eropa dan Timur Dekat selama hampir 1000 tahun. Ini tidak lepas dari kuatnya Pax Romana dan kontrol daerah yang kuat, tetapi memasuki tahun 180 M, Pax Romana yang telah memperkuat Imperium Roma, ini ditandai dengan meninggalnya Marcus Aurelius pada tahun 180 M. Penggantinya yang tidak lain adalah anaknya yang bernama Commodus (180-193 M) tidak mampu mengendalikan pemerintahan dengan baik, namum demikian pengaruh ilmu pengetahuan  (Barat) dari kekaisaran Romawi ini sangatlah kuat dan berakhir setelah Panji Islam berkibar ke seantero dunia dengan nasib yang sama dialami juga lawan seteru kekaisaran Romawi yaitu Imperium Persia (Timur).
Pada masa kejayaan Romawi, pengetahuan mengenai berhitung juga berkembang baik. Satu-satunya kelemahan berhitung di zaman itu adalah tidak mengenal bilangan nol (0). Angka-angka dalam lambang bilangan Romawi, seperti I, II, IV, X, dan L  bahkan masih digunakan sampai sekarang.
Angka Romawi : I II III IV V VI VII VIII IX X
Angka Arab : ١ ٢ ٣ ٤ ٥ ٦ ٧ ٨ ٩ ١٠
Angka Latin : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Mari kita lihat rahasia dibalik surah Al Fatihaah dan Al Baqaarah  perhatikan penulisan nomor.
١ ٢ ٣ ٤ ٥ ٦ ٧
binary-basmallah

Ilmu Aljabar

Bagaimana manusia sekarang mengenal lambang-lambang bilangan seperti 1, 2, 3 hingga 9 dan 0? Ternyata lambang bilangan itu baru dikenal luas pada abad 15, setelah bangsa Eropa mempelajari ilmu Al Jabar. Angka 1, 2, 3, hingga 9 dan 0 sering disebut sebagai angka arab. Ilmu aljabar memang bermula, serta berkembang pesat, dari Jazirah Arab. Padahal Al Qur’an jelas menggunakan lambang bilangan titik (.) sebagai angka nol jadi jelaslah bahwa bangsa Eropa tertinggal dalam ilmu hitung.  Para ahli sejarah hampir semua nya sepakat bahwa  tentang angka tahun wafat Nabi Muhammad s.a.w adalah pada bulan Juni tahun 632 M atau kisaran  tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijrah dan perlu digaris bawahi tatacara penulisan dan pembacaan Al Qur’an telah lengkap sempurna termasuk penomoran ayat-ayatnya.
Ada yang berpendapat bahwa Bangsa Arab mengenal dan mengadopsinya dari para pedagang Hindu, yang ketika itu sering mengembara hingga Jazirah Arab. Juga setelah kekhalifahan Islam di Arab menyebar luas hingga ke India.
Menurut saya pemahaman hal  tersebut  sangatlah lemah, karena :
  1. Patung-patung pemujaan orang-orang di Jazirah Arab  pra Islam berbeda sama sekali dengan Agama Hindu baik di China maupun di India.
  2. Pada jamannya tidak mungkin dalam pemikiran seorang pedagang yang beragama Hindu mempertaruhkan nyawanya dipadang pasir yang luas dan gersang, hanya sekedar ingin memperoleh laba dari perniagaannya apalagi jika mereka merambah ke wilayah Mekkah, yang sampai sekarangpun mereka tidak menghasilkan sesuatu untuk diperdagangkan.
  3. Berdirinya ke khalifahan Islam justru menyebar ke India bukan sebaliknya sehingga dominasi interaksi sosial budaya tentu yang berperan adalah Islam bukan Hindu.
  4. Ada sumber lain menyebutkan,  interaksi ini lebih terjadi antara bangsa Persia (sekarang Iran) dan para pedagang Hindu. Namun belum diketahui secara pasti, Bagaimana asal mula masyarakat Hindu mengenal angka-angka ini ?! :D
Wa qala Allahu ta’ala :
أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَـنِ الرَّجِيم
وَإِذِ ابْتَلَى إِبْرَهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَـتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّى جَـعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَمِن ذُرِّيَّتِى قَالَ لاَ يَنَالُ عَهْدِي الظَّـلِمِينَ
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia“. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang dzalim”. (QS 2:124)

Biner : 0

Tawaf adalah suatu ritual mengelilingi Ka’bah (bangunan suci di Mekkah) sebanyak tujuh kali, sangat jelas bahwa mengelilingi artinya membuat lintasan lingkaran atau sebagai lambang Angka Nol.
وَإِذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَأَمْناً وَاتَّخِذُواْ مِن مَّقَامِ إِبْرَهِيمَ مُصَلًّى وَعَهِدْنَآ إِلَى إِبْرَهِيمَ وَإِسْمَـعِيلَ أَن طَهِّرَا بَيْتِىَ لِلطَّآئِفِينَ وَالْعَـكِفِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ
Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, yang iktikaf, yang rukuk dan yang sujud”. (QS 2:125)
Coba perhatikan Allah subhanahu wa ta’ala hanya memerintahkan kepada dua personil (2) saja yaitu :
1. Nabi Ibrahim a.s
2. Nabi Ismail a.s
Padahal kita semua tahu bahwa Siti Hajar merupakan Istri dari Nabi Ibrahim dan Ibu dari Nabi Ismail, namun dalam ayat tersebut seolah-olah begitu ditekankan Fungsi Binary.


Biner : 1

Ibadah Sa’i merupakan salah satu rukun Haji dan umrah yang dilakukan dengan berjalan kaki (berlari-lari kecil) bolak-balik 7 kali dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah dan sebaliknya, sangat jelas bahwa antara kedua bukit tersebut merupakan lintasan garis lurus artinya sebagai lambang Angka Satu.
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِن شَعَآئِرِ اللَّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِ أَن يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ
Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebahagian dari syi`ar Allah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber-`umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui. (QS 2:158)
Shadaqallah, ShadaqallahulAdzim
Wassalam, Haniifa.
Read More

Billing Warnet Mikrotik Tanpa Install Billing Client

Senin, Juni 27, 2011 |

Posted: July 12, 2010 by ahmadsudaryono in Billing Warnet Mikrotik Tanpa Install Billing Client 


Indobilling Versi 7.20 sudah mendukung Mikrotik, Sehingga tidak perlu pasang billing Client
Syaratnya mudah anda cukup memiliki indobilling versi lama atau upgrade kemudian anda bisa pesan untuk opsi Billing mikrotik sehingga dengan satu billing server bisa memiliki dua fitur. Billing Warnet dengan Fixed PC dan billing semi hotspot tanpa kabel atau memggunakan kabel tanpi tanpa install billing client.
Apa bedanya Indobilling Mikrotik dengan Billing Hotspot (www.billinghotspot.com)
Billing hotspot digunakan untuk RT/RW net secara spesial, khusus dengan basis Webbase billing. Dengan fitur penuh, cocok untuk Hotel, RT/RW Net, Cafe, Kampus yang full hotspot, kantor atau area tertentu. Dengan full feature hotspot memungkinkan management webbase dan di install di PC dengan OS LINUX.
Sedangkan Indobilling Mikrotik adalah satu perluasan atau option dari Indobilling berbasis desktop tetapi ingin terkoneksi dengan OS Mikrotik sebagai gateway internet. Semua member dibuat dari Indobilling, dan aktifitas terkontrol di indobilling desktop. Cocok untuk warnet yang sudah jalan tapi ingin menambah fitur yang memungkinkan sambungan tanpa kabel (WIFI) atau tetap memakai kabel UTP tapi tidak prelu dipasang billing di sisi client.
Kenapa Harus Mikrotik? Apa tidak mahal?
Mikrotik OS yang mendukung hotspot harganya sekitar $45 dollar, dengan fitur yang begitu lengkap dengan pemakaian yang begitu mudah maka Mikrotik menjadi pilihan yang menarik. Hampir semua fitur untuk kebutuhan jaringan / networking dimiliki dengan instalasi dan pengoperasian yang mudah maka mikrotik OS menjadi pilihan untuk dipadu dengan Indobilling for Mikrotik.
Indobilling mikrotik adalah fitur Indobilling Enterprise, namun jika billing warnet anda masih versi Standard atau PRO anda bisa membeli plugin fitur hotspot dengan harga (hub: YM = indobilling).
Topologi Jaringan Indobilling Tanpa Install Billing Client

mikrotik-indobilling
Gambar Sistem Jaringan Mikroti, dimana untuk Fixed PC menggunakan kabel UTP, dan billing di install di client, sedang yang Hotspot / RT RW net tidak di pasang billing warnet di sisi client,

instalasi billing client

Posted: June 18, 2010 by ahmadsudaryono in instalasi billing client
Tags:
Lalu jalankan file .Deb untuk client lalu ikuti petunjuk instalasi sampai selesai,
jika mengalami instalasi error karena ada file pendukung yang belum terinstall, berikut ini daftar file
yang dibutuhkan saat instalasi :
gambas2-runtime
gambas2-gb-qt
gambas2-gb-form
gambas2-gb-db
gambas2-gb-net
gambas2-gb-net-smtp
gambas2-gb-qt-ext
Setting agar billing jalan pada saat startup dengan cara sbb :
Masuk ke menu di ubuntu : System > Preferences >
Startup Applications, dan akan tampil menu di samping,
klik Add lalu isi kolom
Name : Billing Client Aura
Command : /usr/bin/BillingClient.gambas
Lalu tekan Save untuk menyimpan. Dan billing
client sudah bisa berjalan otomatis saat komputer
dijalankan
Pada saat billing client pertama kali dijalankan akan meminta untuk
mengeset IP server untuk dapat berkomunikasi dengan billing server
seperti gambar disamping. Pada kolom IP Server isikan alamat IP billing
server, jika gambar background ingin dirubah anda bisa menginputkan
nama folder berikut nama file gambar dimana gambar diletakkan. Lalu
jika anda tidak merubah Port di biling server maka untuk kolok port tidak
perlu disesuaikan lagi. Selanjutnya jika ingin menyimpan perubahan
tekan tombol ”Simpan”. Lalu billing akan tertutup anda bisa
jalankan lagi billing client jika settingan tersebut diatas benar maka akan muncul tampilan seperti
dibawah ini :
Gambar disamping menunjukan bahwa antara billing client dengan
billing server telah terkoneksi dengan baik. Silahkan lihat di status
client.
Jika seoarang client ingin akan menyewa internet bisa memilih opsi
disamping (Reguler / Paket).
· Jika memilih Reguler klik reguler lalu isi nama lalu tekan ”start”
· Jika memilih Paket klik paket lalu pilih pada combo box paket
mana yang akan di pilih lalu isi nama pada kolom nama lalu
tekan ”start”

Jika ingin masuk ke menu admin seperti pada gambar C.3 anda tinggal
klik 2 kali pada tulisan Status Client dan sekitarnya
Jika berhasil login kotak dialog di samping akan muncul. Jika user ingin
mengirim pesan ke operator bisa disampaikan melalui billing dengan
menekan tombol ”Kirim Pesan”. Sedangkan tombol ”STOP” berfungsi
untuk mengakhiri billing
Ket : Saat pertama kali install client, username :admin dan password
default : aura999 jika password pada server telah diubah maka password
client
mengikuti server
Agar Billing Client bisa di Restart / Shutdown dari server :
Edit file sudoers :
$ sudo visudo
ketikkan paling bawah seperti format di bawah ini :
<nama home folder><spasi>ALL=NOPASSWD:<spasi>/sbin/shutdown
contoh: aura ALL=NOPASSWD: /sbin/shutdown
lalu ubah permission shutdown spt dibawah ini :
$sudo chmod ugoa+x /sbin/shutdown
Copyright ©Billing Aura 2009 – 2010

sofware billing- exploler

Posted: June 6, 2010 by ahmadsudaryono in sofware billing- exploler
Tags:

copy link d bawah ini untuk download

http://www.ziddu.com/download/6927497/ngexplorer4.43R-17deskpro-6R-072006fullversion.rar.rar.html

Registrasi BEX

Posted: June 6, 2010 by ahmadsudaryono in Registrasi BEX
Tags:

Registrasi BEX

Taro file jamu40to200.exe, bexdeskpro#2_movzx.exe, & BEXPatchv1.exe di folder installasi.
1 . Jalanin j amu40to200.exe
Klik Patch 1x, Exit
2 . Jalanin b exdeskpro#2_movzx.exe , lalu s erver40.exe
Di Billing Server, Klik Help – Registrasi. (Default password : 008)
Isi data”nya dengan baik dan benar.

Klik Continue, Yes
Yang ane buletin… itu yang perlu dimasupin ke keygen.
Masupin Serial Number ke Keygennya. Tros klik Generate dah.
Dari hasil generate, kalian tinggal copy paste Kode Registrasi, ID Billing, ID Deskpro, & ID
Server dari keygen kedalam Registrasi BEX.
Klik Registrasi,
Klik Registrasi, Yes.
Tutup BEX Server (password default : 008), lalu buka kembali. Klik Help – Test Registrasi.
3 . Tutup BEX Servernya. Jalanin file B EXPatchv1.exe
Klik Patch 1x, Ok.
Lalu monggo jalanin dah BEX Server kembali

=========== SELAMAT MENCOBA ===========

Installing BEX Server

Posted: June 4, 2010 by ahmadsudaryono in Installing BEX Server
Tags:

Installing BEX Server




Feature BillingExplorer

Posted: May 7, 2010 by ahmadsudaryono in Feature BillingExplorer
Tags:
Feature BillingExplorer
1. Compatible Dengan Windows ’95/’98/Me/2000/NT/XP
BillingExplorer berjalan dengan stabil pada Operating System Win’95/98/Me/2000/NT/XP. BillingExplorer juga Support Protocol TCP/IP dan Net-BEUI, Support DHCP dan Fix-IP Address.
2. Tidak Membebani PC Server & Client
Mampu menerima ratusan koneksi dari komputer Client tanpa harus membebani kerja dari komputer server. Kestabilan dan Sistem keamanan yang tinggi dan telah teruji pada PC’s LAN Games sehingga tidak menyebabkan komputer atau PC menjadi hang (macet).
3. Variasi Login Client[b/]
Fasilitas login Client yang bervariasi seperti Personal, Member, Pre-Paid, Student, Game, Login Group dan sebagainya.
4. Report Database
Fasilitas Report Database per hari/bulan/tahun
Merupakan ringkasan laporan yang menampilkan pendapatan masing-masing per operator Report database dapat dicetak ke Printer maupun di save ke File Text. File Report ini juga dapat dikirim melalui Email.
5. Customize Setting Biaya & Discount Happy Hour
Setting biaya yang dapat di customize serta menentukan beragam jenis tarif dan discount yang berbeda yang dapat diatur pada setiap member, maupun Login lainnya.
Misal Warnet menetapkan perhitungan tarif biaya sbb:
08:00-21:00 Waktu normal Rp 4000/jam
21:00-23:00 discount 25% = (4000 x 75%= Rp 3000)
23:00-04:00 discount 50% = (4000 x 50%= Rp 2000)
04:00-08:00 discount 75% = (4000 x 25%= Rp 1000)
Dengan Perhitungan waktu normal sbb:
Per 15 Menit = Rp. 1000,-
Minimal Pemakaian = 15 Menit = Rp. 1000,-
6. Security#1 File Database
File Database Report dan File Database Member menggunakan Data yang telah di Encrypt. File Database hanya dapat dibuka melalui Program Billing Server dengan verify Password Database Administrator. Hanya administrator atau Pemilik yang diberi hak akses dan berhak untuk mengedit file database report.
7. Auto backup dan Auto Connection
Apabila PC Server atau PC Client mengalami hang (macet), data otomatis akan diback-up. Apabila PC tersebut aktif kembali, secara otomatis akan melakukan connection dan Proses perhitungan akan diteruskan lagi
8. Disable CTRl+Alt+Del – TASK MANAGER .
BillingExplorer berfungsi untuk mengunci komputer Client dengan cara mematikan fungsi CTRL-ALT-DEL, CTRL-ESC, ALT-Tab ALT-F4, ALT-SPACEBAR-C, TASK-LIST, TASKBAR (Win95 / 98 / Me / NT / 2000 / Xp).
9. Ganti/Change Operator
Fungsi ini digunakan untuk mengganti operator yang aktif untuk saat ini dengan cara men-scroll atau memilih pada daftar operator.
10. Bersifat Universal
BillingExplorer sangat cocok digunakan untuk warnet, multiplayer games, rental komputer ( pengetikan ), perpustakaan, kursus maupun bisnis yang lain.
11. User Friendly
Proses installasi yang sangat cepat dan mudah ( settingless ) sehingga mudah dimengerti oleh semua orang maupun operator bisa melakukannya meskipun belum mengenal sama sekali tentang Komputer.
12. Time Warning from Server
Pengaturan pengiriman pesan peringatan secara otomatis maupun pada durasi tertentu yang dikirim dari komputer server ke komputer terminal baik secara satu persatu maupun keseluruhan.
13. Time Warning from Client
Pengiriman pesan peringatan secara otomatis maupun pada durasi tertentu yang dikirim dari komputer Client ke komputer server ( operator ) atau peringatan yang digunakan untuk mengingatkan pemakai itu sendiri.
14. Calculator
Fungsi ini sebagai calculator untuk perhitungan keuangan seperti penjumlahan, pengurangan, pembagian atau perkalian serta untuk mengurangi sisa jumlah uang yang telah dibayarkan dengan biaya pemakaian internet.
15. Lock All Client
Fungsi ini akan melalukan Lock (mengunci PC Client) sehingga PC client tidak bisa digunakan untuk Login.
16. Un-Lock Client
Fungsi ini akan membuka (Un-Lock) PC client yang telah dikunci. Untuk Un-Lock Client, dapat dipilih untuk tiap PC client tertentu atau Semua PC Client.
17. Jenis Login Client
Fungsi ini secara remote akan mengontrol Login PC Client, sehingga server dapat memilih Login apa saja yang ingin ditampilkan pada PC Client.
18. Disconnect Client
Apabila user lupa untuk men-disconnect Billing, Maka Server secara remote dapat mendisconnect PC Client. Server dapat men-disconnect untuk tiap PC Client atau untuk Semua PC Client.
19. Move Client
Pindah tempat dari komputer satu ke komputer yang lain tanpa harus finish sehingga total harga yang pertama akan langsung pindah ke komputer yang kedua.
20. Shutdown Client
Komputer server dapat melakukan secara remote proses shutdown, restart, log-off PC client Proses ini dapat dipilih untuk satu PC client tertentu atau semua PC Client.
21. Counter Time
Komputer server dapat melakukan secara remote proses counter time. Fungsi ini sebagai time counter yang secara otomatis akan men-disconnect PC untuk tiap waktu yang telah disetting sebelumnya.
22. Messages Server-Client
Mengirim Pesan dari komputer server/operator ke komputer Client, begitu juga antar PC client ke PC client atau dari PC client ke PC server.
23. Transaksi Penjualan (On-Line)
Memasukkan data transaksi penjualan non akses, seperti pembelian makanan, minuman, diskett, jasa scanner, jasa printer dsb. Dimana pembeli makanan tersebut sedang memakai komputer ( on line ) sehingga pencetakan dilakukan dalam satu tagihan bersama billing penyewaan.
24. Transaksi Penjualan (Off-Line)
Proses pemasukan data transaksi penjualan non akses, seperti makanan, minuman, Scan, Print, Pembelian Diskett dan sebagainya dilakukan dalam nota tersendiri.
25. Stock Data Barang
Persedian barang ( makanan, minuman, snack, rokok, kertas dll ) dapat dimasukkan pada menu stock yang mana nantinya akan berkurang dengan sendirinya (otomatic).
26. Autorun at Startup windows Client
Setelah BillingExplorer terinstall dengan sempurna maka secara otomatis akan berjalan dengan stabil pada startup Windows tanpa harus meletakkan pada startup secara manual.
27. Compatible Semua Proxies
BillingExplorer sangat kompatibel dengan semua jenis proxy maupun ISS seperti winproxy, Winroute, Wingate dan lain sebagainya, sehingga tidak akan terjadi crash, billing tidak jalan ataupun windows anda rusak.
28. Members Pra-Bayar
System bayar di depan yang bisa dicustome berdasarkan tarif maupun jam pemakaian dan secara otomatis men-disable account member yang telah expired yang sebelumnya ada warning terlebih dahulu ke member dan sisa uang masih tersimpan dalam database.
29. Profile Members
Fasilitas ini memungkinkan pemilik warnet untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas dari setiap member, seperti data Nama member, Alamat, Kota, Email, Jumlah Account, Jenis Member dan sebagainya.
30. Quick Member
System member cepat dimana username dan password di-generate langsung oleh komputer itu sendiri. Ini sering sekali digunakan pada system bayar didepan karena sangat cocok sekali digunakan untuk pemakai Multiplayer Game.
31. Client Status on Server
Status masing-masing komputer client akan ter-display langsung di komputer server secara realtime seperti durasi, harga, discount, account member, maupun total harga yang harus dibayar.
32. Charge Status on Client
Status harga, mulai durasi, berapa jam pemakain, jam berapa mulainya, setiap hitungan berapa menit/detik, berapa total yang harus dibayar akan tampil pada komputer client sehingga user bisa memutus kapan harus finish (selesai).
33. Member Account
Semua account member bisa di non-aktifkan dari server sehingga account member tersebut tidak bisa digunakan lagi.
34. Update Member Accounts
Melakukan pencarian serta update account member dengan cepat dan cukup diketikkan nama member ID tersebut.
35. Masa Aktif Member
Secara otomatic account member tidak bisa digunakan apabila masa berlakunya sudah habis.
36. Remote Client
Komputer Server dapat melakukan remote atau melihat aplikasi yang dijalankan oleh tiap-tiap PC Client sehingga Server dapat memantau atau mengontrol penggunaan aplikasi oleh PC Client.
37. Blocking Internet
Mematikan fasilitas Internet Explorer dan Internet Option sehingga setting proxy maupun setting yang lain tidak dapat dirubah oleh user
Terdapat Pada Versi Dinamic2 Game dan DeskPro4.
38. Option Disable Fasilitas Windows
Me-nonaktif-kan fasilitas Windows, seperti Display Vga Control Panel, Network Neighborhood, Windows registry, Windows Property, Menu Run, Command DOS Prompt dan lain-lain.
39. ON/Off Auto Print
Apabila printer dalam keadaan on maka secara otomatic akan mencetak nota pint out pada kertas kasir.
40. Remote Kill Applikasi
Menutup serta mematikan (Kill and Destroy) aplikasi ( program ) baik internet maupun non-internet yang ada pada PC client.
41. Multi Server/User
Program BillingExplorer mempunyai fungsi Multi Server/User sehingga file database baik member maupun report dapat digunakan secara bersama-sama. Pemilik Warnet-Game dapat menempatkan PC server untuk tiap-tiap lokasi ruangan. Setiap ruangan mempunyai 1 kasir (PC Operator), tetapi antara PC operator satu dengan PC-Operator lainnya bisa berhubungan, sehingga data dari masing-masing PC-Operator dapat saling berhubungan.
42. Support Internet & Multiplayer Online Game
Semua aplikasi yang dijalankan pada PC baik Server maupun Client, dapat berjalan dengan baik. Aplikasi internet seperti browser IE, Netscape, dan Program Chatting lainnya serta aplikasi Multiplayer Game seperti Counter Strike, Nexia, Dsb dapat berjalan dengan baik.
43. Variasi Biaya System Group
Dengan biaya system group / tabel, Setting biaya menjadi bervariasi dan fleksible. Biaya bisa disetting dengan waktu minimal tertentu, baik per 1 menit, 5 menit, 15 menit atau di-isi bebas sesuai dengan keperluan. Tiap-tiap biaya system group tersebut dapat pula disetting untuk tiap-tiap login dan tiap-tiap user pemakai. Tersedia juga diskon untuk system group.
44. Report Data via Web (Web-Base Edition)
Program BillingExplorer Versi Web-base Edition Dilengkapi Dengan Fasilitas Report Database to Web. Data-data Seperti User Name, Waktu Start, Durasi, Total Biaya Pemakaian PC Tiap-tiap Client, Nama Operator Dsb. akan dikirim ke Website. Pemilik Warnet – Multiplayer Game Dapat Memantau Database Pendapatan Langsung baik Per-Hari/Bulan/Tahun, dari Lokasi Lain diluar Warnet.
45. Tidak menyebabkan System #Crash
Program BillingExplorer telah diuji Coba, Baik Pada Semua Jenis Windows serta Mesin CPU untuk merk/type yang berbeda-beda, dan tidak menyebabkan system tersebut menjadi crash-macet-hang.
46. Fasilitas Lain-Lain …
Masih Banyak Fasilitas Lain dari Program BillingExplorer Yang Belum Sempat dijelaskan semuanya di website, Tetapi bagi Bpk/Ibu Yang Ingin mencari Program Billing untuk System Warnet / Multiplayer Game, Kami menyarankan Sebaiknya Pilihan Pertama Yang Harus Dilakukan untuk Uji Coba adalah Apakah Billing Tersebut Stabil dan Tidak Menyebabkan System PC menjadi crash-hang-macet, Jika aplikasi billing tersebut dijalankan untuk Waktu yang lama?.

Hello world!

Posted: May 7, 2010 by ahmadsudaryono in Uncategorized

http://ahmadsudaryono.wordpress.com/2010/07/12/billing-warnet-mikrotik-tanpa-install-billing-client/ 
Read More